Mengapa Produk Rekayasa Genetika Aman? Peran Pengawasan Berlapis di Indonesia

Keamanan GE dalam Sorotan Publik

Ketika membahas keamanan produk hasil teknik rekayasa genetika (GE), kita juga perlu tahu siapa saja yang bertanggung jawab mengawasi produk tersebut. Pengawasan adalah aspek penting untuk memastikan bahwa produk teknik rekayasa genetika tidak hanya aman secara ilmiah, tetapi juga legal dan etis. Di Indonesia, sistem pengawasan produk teknik rekayasa genetika melibatkan beberapa lembaga pemerintah yang memiliki tugas dan fungsi masing-masing. Dengan sistem multi-lembaga, pengawasan produk teknik rekayasa genetika dilakukan secara berlapis dan menyeluruh. Artikel ini akan menjelaskan struktur pengawasan terhadap produk teknik rekayasa genetika di Indonesia.

Ekosistem Pengawasan Multi-Lembaga

Indonesia menerapkan pengawasan berlapis yang melibatkan BPOM, Kementerian Pertanian, KLHK, dan KKHPRG. Setiap lembaga memiliki mandat yang saling melengkapi. BPOM menilai keamanan pangan, Kementan menilai aspek pakan dan budidaya, KLHK mengevaluasi dampak lingkungan, sementara KKHPRG melakukan penilaian ilmiah terpadu.

Informasi mengenai peran lembaga pengawas harus dipublikasikan secara terbuka dan dalam bahasa awam. Pemerintah dapat menyediakan portal informasi pengawasan teknik rekayasa genetika yang terintegrasi. Kolaborasi antara kementerian dan komunitas edukatif juga perlu ditingkatkan. Selain itu, pelabelan produk teknik rekayasa genetika harus disertai dengan kode persetujuan atau sertifikat dari lembaga pengawas. Langkah ini akan meningkatkan transparansi dan memperkuat literasi publik. Keamanan GE bukan klaim sepihak, melainkan hasil dari tata kelola ilmiah dan regulasi yang kuat.

Generasi muda memiliki peran penting dalam menentukan nasib teknologi seperti teknik rekayasa genetika di Indonesia. Mereka perlu dibekali dengan pemahaman yang cukup agar bisa mengambil keputusan yang cerdas dan bertanggung jawab. Teknik rekayasa genetika adalah peluang, bukan ancaman, jika digunakan secara tepat. Anak muda bisa menjadi jembatan antara ilmu pengetahuan dan penerimaan sosial. Literasi teknik rekayasa genetika adalah bekal penting menuju masa depan pertanian yang berkelanjutan.

Sudah saatnya mahasiswa dan pemuda menjadi pelopor pemahaman teknologi GE. Dengan pemahaman yang baik, mereka akan lebih siap menghadapi tantangan global seperti ketahanan pangan dan perubahan iklim. Teknik rekayasa genetika bisa menjadi alat perubahan jika dipahami dan dikawal dengan benar. Mari wujudkan generasi muda Indonesia yang sains-literat dan visioner. Karena masa depan pangan ada di tangan mereka.

Daftar Pustaka

  1. WHO. Food Safety and Modern Biotechnology.
  2. FAO. Safety Assessment of Foods Derived from Biotechnology.
  3. BPOM RI. Pedoman Keamanan Pangan Produk Rekayasa Genetik.
  4. USDA. (2024). Indonesia Biotechnology Annual Report (ID2024-0034).
  5. OECD. Regulatory Oversight of Agricultural Biotechnology.

Leave a Comment

Your email address will not be published.