ASCA 9 Selangor Malaysia: Indonesia Hadir dalam Pertukaran Pengetahuan Pertanian Asia Pasifik
Indonesia mengirimkan dua delegasi untuk mengikuti ASCA 9 yang berlangsung di Selangor, Malaysia, pada 1–4 September 2026. Delegasi Indonesia terdiri dari Kharina Savira dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Rafika Fauzia dari BPJPH. Keduanya mengikuti rangkaian short course yang berfokus pada perkembangan terkini bioteknologi pertanian di kawasan Asia Pasifik. Kegiatan ini menjadi kesempatan untuk melihat perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi pertanian dalam konteks regional.
Bioteknologi Pertanian Asia Pasifik: Memahami Perkembangan Teknologi Terkini
Salah satu fokus ASCA 9 adalah pembaruan mengenai perkembangan terkini bioteknologi pertanian di Asia Pasifik. Perkembangan teknologi menjadikan sektor pertanian semakin dekat dengan pendekatan berbasis sains, data, dan inovasi. Melalui short course, peserta memperoleh kesempatan memperluas perspektif mengenai perubahan yang sedang berlangsung di sektor pertanian kawasan. Pertukaran pengetahuan seperti ini penting untuk memahami bagaimana teknologi berkembang dalam berbagai konteks pertanian.

AI dalam Pertanian: Dari Teknologi Digital Menuju Lahan
Rangkaian ASCA 9 tidak hanya berlangsung di ruang pembelajaran, tetapi juga membawa peserta melihat implementasi teknologi secara langsung. Delegasi mengunjungi lahan pertanian yang telah menggunakan kontrol berbasis artificial intelligence (AI) untuk mendukung produksi tanaman bermutu tinggi. Kunjungan tersebut memberikan perspektif mengenai bagaimana teknologi digital dapat terhubung langsung dengan aktivitas produksi pertanian. AI dengan demikian tidak lagi hanya menjadi diskursus teknologi, tetapi mulai hadir dalam praktik pertanian modern.
Smart Farming: Pertemuan Data, Teknologi, dan Produksi Pertanian
Penggunaan kontrol berbasis AI menunjukkan semakin dekatnya hubungan antara teknologi digital dan sektor pertanian. Sistem pertanian modern berkembang menuju pemanfaatan teknologi untuk membantu monitoring dan pengelolaan proses produksi secara lebih terukur. Bagi peserta ASCA 9, melihat teknologi tersebut secara langsung memberikan pengalaman yang berbeda dibandingkan hanya mempelajarinya melalui teori. Pengalaman lapangan menjadi bagian penting untuk memahami peluang pemanfaatan inovasi dalam berbagai kondisi pertanian.
Riset Kelapa Sawit Malaysia: Melihat Peran Penelitian dalam Komoditas Strategis
Delegasi ASCA 9 juga mengunjungi salah satu pusat riset kelapa sawit nasional ternama di Malaysia. Kunjungan tersebut memperlihatkan pentingnya penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan dalam mendukung kemajuan sektor pertanian. Kelapa sawit merupakan salah satu komoditas pertanian penting di kawasan, sehingga perkembangan risetnya menjadi relevan untuk dipelajari oleh peserta. Kunjungan ini sekaligus memperluas cakupan pembelajaran ASCA 9 dari teknologi digital menuju ekosistem penelitian pertanian.

Delegasi Indonesia di ASCA 9: Membawa Perspektif Lintas Institusi
Kehadiran Kharina Savira dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Rafika Fauzia dari BPJPH memberikan representasi Indonesia dari dua institusi dengan perspektif berbeda. Partisipasi tersebut memungkinkan pengetahuan yang diperoleh selama short course dilihat dari berbagai konteks kelembagaan. Pertemuan dengan perkembangan teknologi di tingkat regional juga dapat memperkaya pemahaman mengenai dinamika inovasi pertanian Asia Pasifik. Hal ini menjadi salah satu nilai penting dari pertukaran pengetahuan lintas negara.
Pertanian Masa Depan: Sains dan Teknologi Semakin Terhubung
ASCA 9 memperlihatkan bagaimana pertanian masa depan semakin terhubung dengan bioteknologi, teknologi digital, AI, dan penelitian. Perubahan tersebut membuka perspektif baru tentang bagaimana produksi pertanian dapat terus berkembang seiring kemajuan ilmu pengetahuan. Namun, perkembangan teknologi juga membutuhkan pemahaman yang kuat agar implementasinya relevan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing negara. Karena itu, pembelajaran dan pertukaran pengalaman di tingkat regional memiliki peran penting dalam mengikuti perkembangan tersebut.

ASCA 9 dan Indonesia: Belajar Global untuk Memperluas Perspektif Lokal
Partisipasi delegasi Indonesia di ASCA 9 menjadi kesempatan untuk membawa pulang perspektif dari perkembangan pertanian di kawasan Asia Pasifik. Dari pembaruan bioteknologi hingga kunjungan ke pertanian berbasis AI dan pusat riset kelapa sawit, rangkaian kegiatan memperlihatkan luasnya transformasi yang sedang berlangsung. Pengetahuan tersebut dapat menjadi bagian dari diskusi yang lebih besar mengenai perkembangan pertanian modern di Indonesia. Belajar dari perkembangan global menjadi salah satu cara untuk memahami kemungkinan-kemungkinan baru bagi pertanian nasional.



