Mengenal Bioteknologi Pertanian Lebih Dekat
Perkembangan teknologi pertanian terus membuka berbagai perspektif baru mengenai benih dan tanaman. Untuk memperluas pemahaman tersebut di tingkat petani, Pusat PPVTPP bersama CropLife Indonesia dan Pemerintah Kabupaten Klaten menyelenggarakan kegiatan pengenalan bioteknologi pada 23 Oktober 2026. Kegiatan yang berlangsung di Kecamatan Juwiring, Kabupaten Klaten, tersebut dihadiri sekitar 120 petani. Antusiasme peserta menjadi bagian penting dalam proses mengenalkan perkembangan ilmu pengetahuan pertanian secara lebih dekat dengan kondisi di lapangan.

120 Petani Juwiring Mengikuti Pembelajaran Bioteknologi
Kegiatan dirancang sebagai ruang pembelajaran agar petani dapat mengetahui lebih jauh mengenai bioteknologi pada benih. Sekitar 120 petani mengikuti rangkaian kegiatan dan memperoleh kesempatan untuk mendengarkan pemaparan sekaligus berdiskusi mengenai perkembangan teknologi pertanian. Pendekatan ini membuat pembahasan bioteknologi tidak hanya berada pada ranah ilmiah, tetapi juga diperkenalkan kepada pelaku pertanian di tingkat lapangan. Pertemuan langsung dengan petani menjadi ruang penting untuk memperluas pengetahuan dan pertukaran perspektif.
Akademisi dan Pemerintah Daerah Berbagi Perspektif
Materi kegiatan disampaikan oleh Prof. Dr. Ir. Antonius Suwanto, M.Sc. dari IPB bersama Lilik Nugraharja, S.TP., M.Eng. dari DKPP Klaten. Diskusi dimoderatori oleh Nani Suwarni, S.P., M.Si. dari PPVTPP. Kehadiran narasumber dari latar belakang akademis dan pemerintah daerah memberikan kesempatan bagi peserta untuk melihat pembahasan bioteknologi melalui perspektif yang beragam. Forum juga menjadi jembatan antara pengetahuan ilmiah dan kebutuhan informasi petani.

Dari Pemaparan Menuju Pembelajaran Lapangan
Pembelajaran tidak berhenti setelah sesi pemaparan. Para peserta juga mengikuti kunjungan lapangan untuk melihat lebih dekat contoh produk dan teknologi yang telah hadir di lahan pertanian. Pendekatan tersebut memberikan kesempatan kepada petani untuk menghubungkan informasi yang diperoleh dalam diskusi dengan objek yang dapat diamati secara langsung. Dengan demikian, materi yang sebelumnya bersifat konseptual menjadi lebih mudah dipahami melalui pengalaman lapangan.
Padi Rojolele Hasil Mutasi Sinar Gamma
Salah satu contoh yang diperkenalkan dalam kunjungan lapangan adalah padi Rojolele hasil mutasi sinar gamma. Kehadiran tanaman tersebut memberikan kesempatan bagi peserta untuk melihat secara langsung salah satu hasil perkembangan teknologi pada komoditas pertanian. Pengamatan lapangan juga membuka ruang bagi petani untuk bertanya dan memahami lebih jauh mengenai teknologi yang dibahas dalam sesi sebelumnya. Proses belajar seperti ini membantu menghubungkan sains dengan pengalaman nyata petani.
Jagung Bioteknologi Tahan Herbisida
Peserta juga diperkenalkan dengan jagung bioteknologi tahan herbisida yang telah ada di lapangan. Contoh tersebut menjadi bagian dari pembelajaran mengenai perkembangan teknologi pada benih dan tanaman. Dengan melihat tanaman secara langsung, peserta memperoleh gambaran yang lebih konkret dibandingkan hanya menerima informasi melalui materi presentasi. Pengalaman tersebut memperkuat pendekatan pembelajaran yang menggabungkan diskusi dengan observasi.

Kolaborasi Membawa Sains Lebih Dekat dengan Petani
Kegiatan di Juwiring menunjukkan pentingnya kolaborasi antara lembaga pemerintah, industri, akademisi, pemerintah daerah, dan petani dalam memperluas pemahaman mengenai perkembangan teknologi pertanian. Pusat PPVTPP, CropLife Indonesia, dan Pemerintah Kabupaten Klaten menghadirkan ruang yang memungkinkan pengetahuan ilmiah dibicarakan secara langsung bersama petani. Pertemuan seperti ini juga memungkinkan munculnya pertanyaan, diskusi, dan pertukaran pengalaman yang relevan dengan kondisi pertanian setempat. Dengan demikian, inovasi tidak hanya diperkenalkan sebagai teknologi, tetapi juga sebagai pengetahuan yang perlu dipahami.
Dari Pengetahuan Menuju Pemahaman
Bioteknologi merupakan bagian dari perkembangan ilmu pengetahuan pertanian yang membutuhkan komunikasi dan pemahaman yang baik. Kegiatan yang melibatkan sekitar 120 petani di Juwiring memperlihatkan pentingnya menggabungkan pemaparan ilmiah dengan pengalaman langsung di lapangan. Dari memahami konsep hingga melihat padi Rojolele dan jagung bioteknologi, peserta memperoleh kesempatan untuk mengenal teknologi dari perspektif yang lebih nyata. Semakin dekat ilmu pengetahuan dengan petani, semakin terbuka pula ruang untuk memahami perkembangan inovasi pertanian secara lebih baik.



