SPMF: Membangun Pembelajaran yang Berkelanjutan
Program Sustainable Pesticide Management Framework (SPMF) tidak hanya dirancang sebagai rangkaian kegiatan sesaat, tetapi sebagai proses pembelajaran yang terus berkembang. HarvestPlus Solutions Indonesia bersama CropLife Indonesia dan pemangku kepentingan terkait menyelenggarakan Nutrition & Stewardship Day serta Provincial Seminar on Sustainable Agriculture pada 14–15 Oktober 2026. Kedua kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menghubungkan edukasi lapangan, stewardship, nutrisi, teknologi, dan kebijakan dalam satu ekosistem pembelajaran.
Lebih dari 90 Petani dan PPL Mendapat Pelatihan Langsung
Salah satu kekuatan program terletak pada proses pembelajaran langsung bersama petani dan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL). Lebih dari 90 petani dan PPL telah mendapatkan pelatihan secara langsung, sehingga materi tidak hanya disampaikan sebagai teori tetapi dapat dikaitkan dengan kondisi dan kebutuhan di lapangan. Pendekatan ini mencakup pembelajaran mengenai GAP, stewardship, penggunaan produk perlindungan tanaman secara bertanggung jawab, PHT, serta aspek lain yang relevan dengan praktik pertanian. Dalam agenda Nutrition & Stewardship Day, pembelajaran tersebut memang dirancang melalui format interaktif seperti World Café dan aktivitas Sekolah Lapang.

Menjangkau Lebih dari 1.500 Petani dan Kelompok Wanita Tani
Dampak program berkembang jauh melampaui peserta pelatihan langsung. Pada Musim Tanam I, keterlibatan kegiatan telah menjangkau lebih dari 1.500 petani dan anggota Kelompok Wanita Tani. Jangkauan tersebut menunjukkan pentingnya pendekatan berjenjang, yaitu ketika pembelajaran langsung dapat diperluas melalui kelompok, pendampingan, dan aktivitas berbasis komunitas. Dengan demikian, transfer pengetahuan tidak berhenti pada peserta awal, tetapi dapat bergerak lebih jauh ke dalam ekosistem pertanian setempat.
Program Berlanjut hingga Musim Tanam II
Keberlanjutan menjadi bagian penting dari desain program. Setelah pelaksanaan pada Musim Tanam I, rangkaian kegiatan akan diteruskan ke Musim Tanam II hingga April 2027. Pendekatan lintas musim memberi ruang untuk memperkuat pemahaman, mengevaluasi praktik, serta mempertahankan proses pendampingan secara lebih konsisten. Dengan perspektif ini, keberhasilan program tidak hanya diukur dari jumlah peserta dalam satu kegiatan, tetapi juga dari kesinambungan proses belajar dan penerapannya.

E-Learning Memperluas Akses Pembelajaran
Selain pelatihan tatap muka, pengembangan platform pelatihan digital E-Learning menjadi salah satu basis dan fokus penting kegiatan. Dalam agenda Nutrition & Stewardship Day, E-Learning juga telah ditempatkan sebagai bagian dari SL-SPMF Activities Corner untuk memperkenalkan pembelajaran digital kepada peserta. Pengembangan platform ini membuka peluang agar materi dapat diakses secara lebih luas, konsisten, dan tidak sepenuhnya bergantung pada pelaksanaan pelatihan secara fisik.
Menghubungkan Stewardship dengan Kebijakan
Pembelajaran di tingkat lapangan diperkuat melalui Provincial Seminar on Sustainable Agriculture. Forum tersebut membahas arah kebijakan dan regulasi nasional pengelolaan pestisida berkelanjutan, penerapan pertanian modern, penguatan praktik pertanian berkelanjutan, SPMF, serta biofortifikasi dan Nutrition Smart Agriculture. CropLife Indonesia sendiri membawa pembahasan mengenai SPMF sebagai pendekatan terpadu untuk pengelolaan pestisida aman dan bertanggung jawab, termasuk pengurangan risiko, stewardship, PHT, inovasi, dan penguatan kapasitas.
Dari Pelatihan Menuju Ekosistem Pembelajaran
Rangkaian program menunjukkan bahwa penguatan kapasitas petani membutuhkan kombinasi antara pelatihan langsung, pendampingan berkelanjutan, pembelajaran digital, dan kolaborasi multipihak. Lebih dari 90 petani dan PPL memperoleh pelatihan langsung, sementara jangkauan kegiatan telah melibatkan lebih dari 1.500 petani dan Kelompok Wanita Tani pada Musim Tanam I. Dengan keberlanjutan hingga Musim Tanam II pada April 2027 serta pengembangan E-Learning, pembelajaran diarahkan agar dapat menjangkau lebih banyak peserta sekaligus berlangsung secara lebih konsisten.

Membangun Dampak yang Berkelanjutan
Tujuan akhirnya bukan sekadar menyelenggarakan kegiatan, tetapi membangun kapasitas yang dapat terus berkembang. Pembelajaran langsung memberikan pengalaman praktis, E-Learning memperluas akses, sementara keterlibatan berbagai pemangku kepentingan membantu memperkuat lingkungan yang mendukung penerapan pertanian berkelanjutan. Dengan pendekatan tersebut, SPMF bergerak dari event menuju program, dari peserta menuju komunitas, dan dari pembelajaran menuju dampak jangka panjang.



